Perkawinan Kristen


-
Yang Utama, terima dan percaya dahulu pada Tuhan
-
Berdoa bersama
-
Saling menghargai dan menghormati satu sama lain
-
Saling memberikan semangat dan jadi dewasalah bersama
-
Baca injil sesering mungkin bersama-sama
-
Jadi bijak dalam mendengarkan dan halus dalam berbicara
-
Buatlah waktu untuk sering dalam saling berkomunikasi bersama
-
Lindungi dan hormatilah janji pernikahan anda
-
Jangan terlena dengan membiarkan ada orang lain diantara kehidupan pernikahan anda
-
Milikilah "Pernyataan Misi" bagi pernikahan dan keluarga anda
-
Berterima kasihlah pada Tuhan setiap waktu bagi pasangan hidupmu dan kehidupan yang kalian miliki bersama
-
Pahamilah tentang "Cinta Kasih" adalah berkat Tuhan dan suatu pilihan, bukan perasaan! (Kalian harus memiliki Kasih setiap waktu pada pasanganmu) bukti jika kalian "Mengasihi Tuhanmu Yesus Kristus"
Markus 10:9 "Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia"
Kejadian 2:24 "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging"
Pernyataan Misi Pernikahan
Melakukan selalu yang terbaik untuk selalu menjadikan Tuhan yang utama Menjadikan hari-hari selalu menyenangkan tidak peduli dengan apa yang terjadi pada hari itu Percaya bahwa setiap kebahagian yang terjadi setiap waktu adalah berkat Kasih karunia Allah Saling menjaga satu sama lain seperti Dia selalu menjaga kami Mengikrarkan setiap waktu selalu menjadi satu dalam pernikahan Mengikrarkan setiap waktu untuk saling mencintai dan mengasihi
AMIN
IKATAN PERNIKAHAN
Pernikahan adalah lambang kasih antara Kristus dan Jemaat. Kristus mengasihi jemaat dan jemaat menghormati Kristus. Keluarga yang bahagia akan mencerminkan kasih Kristus.
PANDANGAN ALKITAB TENTANG PERNIKAHAN :
1. KEDUANYA MENJADI SATU DAGING
* Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2. PERNIKAHAN SAMPAI MAUT MEMISAHKAN
* Roma 7:2 7:2 Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu.
3. ALLAH MEMBENCI PERCERAIAN
Tidak ada kamus perceraian di dalam Kristus, karena keluarga adalah lambang kerajaan Allah.
* 1 Korintus 7:10-11 7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku--tidak, bukan aku, tetapi Tuhan--perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. 7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.
* Markus 10:9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
4. ALLAH MEMBERKATI PERNIKAHAN
* Kejadian 2:18 “TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
* Amsal 18:22 Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.
* Pengkhotbah 4:9 “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.”
* Pengkhotbah 9:9 Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
* Amsal 31:10-31 PUJI-PUJIAN UNTUK ISTRI YANG CAKAP
31:10 Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. 31:11 Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. 31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. 31:13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. 31:14 Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. 31:15 Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan. 31:16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. 31:17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. 31:18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. 31:19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. 31:20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. 31:21 Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap. 31:22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya. 31:23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri. 31:24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang. 31:25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan. 31:26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. 31:27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. 31:28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: 31:29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. 31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. 31:31 Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
5. TUGAS SUAMI-ISTERI
* 1 Korintus 7:3-4 7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
* Kejadian 2:23-24 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
* 1 Petrus 3:1-7 HIDUP BERSAMA SUAMI ISTERI
3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 3:2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, 3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman. 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
* 1 Timotius 3:11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.
KONFLIK DALAM PERNIKAHAN
1. KONFLIK
BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB KONFLIK HUBUNGAN SUAMI ISTRI :
1. Perbedaan latar belakang • Pendidikan • Status sosial • Hobby • Pandangan/wawasan • Ras, Adat-istiadat (suku)
2. Perbedaan kepribadian
• Gaya pribadi (dominan, intim, stabil, cermat) • Tipe pribadi (sanguin, plegmatik, melankolik, kolerik) • Orientasi pribadi (non struktural- struktural, tugas-orang)
"Pernikahan adalah perpaduan emosi dua pribadi yang saling berfungsi, meskipun keduanya berbeda dan tetap memegang teguh jati-diri masing-masing. Namun mereka adalah satu-kesatuan. Konsep Alkitabiah mengenai hal ini tertulis dalam Kejadian 2:24 “Satu daging.”
Jika ada konflik dalam hubungan suami-isteri, cobalah mencari akar penyebab dari konflik itu, misalnya ketidak-mampuan untuk menerima orang lain seperti apa adanya. Tidak mengampuni, kurangnya pengorbanan bagi pihak yang lain, dsb. Naikkan doa syafaat bagi pasangan kita, memuji Allah untuk apa yang akan Dia kerjakan. Jikalau mungkin ajaklah pasangan anda untuk berdoa bersama, karena jika kita sepakat meminta sesuatu maka Allah akan mengabulkannya :
* Matius 18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Doakanlah pasanganmu yang menyakiti hatimu, karena sebagai murid Yesus kita diminta untuk serupa dengan Dia yang pengasih dan penyayang.
* Mazmur 103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Dalam keadaan tertentu, ada baiknya kita berdoa dan berpuasa untuk memohon pertolongan Tuhan atas konflik yang terjadi dalam pernikahan/ keluarga, berpuasa tidak selalu bertendensi kepada “tidak makan/ minum”. Berpuasa bisa punya arti luas; menahan emosi; menahan untuk tidak mengeluh; menahan kelakuan untuk menang sendiri dan lain-lain. Bila ada orang yang rela berpuasa untuk orang-orang yang terlibat masalah, bersyafaat dan berdiri dihadapanNya bagi saudaranya yang lemah, Allah berjanji untuk memberkati puasa itu dan memperbaiki kerusakan hubungan kita di dalam berkeluarga.
* Yesaya 58:6-12 58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! 58:8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. 58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, 58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. 58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
Jawaban dari Konflik dalam pernikahan, bukanlah meninggalkan pernikahan atau perceraian. Melainkan izinkan Yesus untuk memerintah di dalam pernikahan. Karena Yesus adalah satu-satunya yang dapat merobohkan tembok-tembok kekerasan yang memisahkan suami dengan isteri dengan kasihNya.
Efesus 2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2. MENGHINDARI KONFLIK; THANKFUL HEART
Hati yang mengucap syukur hanya ada pada orang-orang yang memahami berkat yang sudah diterima dari Tuhan. Orang yang suka mengucap syukur, jarang terlibat dalam suatu konflik.
* Ibrani 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
Jangan bosan mengucapkan "terima kasih" pada hal-hal yang kecil sekalipun terhadap pasangan anda, seperti ketika salah satu pasangan membereskan meja makan atau membuang sampah. Terima kasih adalah kalimat yang mempunyai pengaruh begitu besar. Saya menyebutnya “magic words”, ucapan terima kasih itu membuat kita merasa lebih dihargai sehingga kita menjadi ingin melakukan lebih pada orang yang mengucapkannya. Jika kita ingin dihargai maka hargailah dulu orang lain. Jika kita ingin dihormati maka hormati dahulu orang lain. Ini juga berlaku mutlak bagi pasangan kita.
3. TINDAK LANJUT MENGATASI KONFLIK PERNIKAHAN
a. Buatlah daftar dari hal-hal yang dapat kita banggakan dari pasangan kita. Tiap-tiap hari nikmati bersama 5 dari hal-hal tersebut, dari-pada mengkritik, untuk paling sedikit seminggu lamanya. Teruskan sampai daftarnya habis.
b. Membina komunikasi dan mendiskusikan bersama apa yang menjadi harapan dan impian suami-istri tersebut terhadap keluarganya. Mungkin dimulai dengan membicarakan hal-hal umum seperti memilih rumah idaman, menata dekorasi rumah atau merencanakan anggaran biaya sekolah anak dsb. Semakin tinggi frekuensi pasangan melakukan diskusi dan saling berdialog, akan membuat hubungan menjadi lebih akrab. Mengapa hal seperti ini begitu penting? Setiap pasangan, bahkan yang paling berbahagia sekalipun, pasti akan melewati masa-masa sulit ketika mereka menemui ketidak-sepahaman dalam memecahkan sebuah masalah. Dengan demikian, akan timbul perasaan dalam diri keduanya sebagai sebuah tim yang harus meng-golkan cita-cita, yakni mempertahankan keutuhan pernikahan.
c. Usahakan selalu menghargai pendapat pasangan kita. Ketika saling bertukar cerita, jangan pernah saling menjatuhkan. Sebaliknya, ajang komunikasi tersebut dijadikan sarana untuk mengekspresikan rasa setia dan mempertebal komitmen serta memperkuat cinta. Jika hal itu terlaksana dengan baik, niscaya masing-masing pihak akan merasakan keuntungan hidup berumah tangga.
4. PERSELINGKUHAN
Tidak ada orang yang suka dikhianati, demikian juga tidak ada yang merasa senang jika mengetahui pasangannya sedang berselingkuh. Allah tidak setuju terhadap hal ini. Namun bagaimana jika kita menghadapi hal ini? Pertama; anda jangan membiarkan diri kita dikuasai emosi sehingga melakukan hal-hal yang tidak baik atau bahkan lebih jauh melakukan tindakan melanggar hukum/ melakukan tindakan kriminal. Kedua, cobalah memahami bahwa setiap orang yang melakukan perselingkuhan, “tahu bahwa dirinya sedang berbuat dosa”. Tidak peduli dia orang Kristen atau bukan, mereka tahu bahwa perselingkuhan itu salah. Sebab masalah ini juga merupakan pelanggaran norma yang berlaku di masyarakat. Ketiga, menangkan kembali pasangan anda untuk kembali dan mempunyai tanggung-jawab dalam rumah tangga. Maka apabila anda mendapati pasangan kita sedang berselingkuh janganlah memberikan jugdement-judgement dengan kemarahan tak terkendali yang akan membuatnya lebih menjauhi anda. Tetapi berusahalah untuk meyakinkan pasangan anda bahwa dia mempunyai tanggung jawab terhadap pernikahannya dan tanggung-jawab terhadap anak-anaknya. Terlebih lagi tanggung jawab kepada Tuhan. Tunjukkan kasih kepada pasangan kita bahwa kita inilah “yang paling special” untuknya, dan curahkan perasaan kita kepadanya. Bersikaplah bahwa anda ini patut untuk dicintai, dan mudah untuk dicintai.
Percayalah bahwa kemudian dia tidak akan pernah meninggalkan anda, ini penting untuk membangun “konsep diri” dan selalu berusaha berpikir positif. Tentu saja, hal ini kadang sulit sekali untuk dilakukan; malah yang sering terjadi kita menjadi histeris dan sulit berpikir dengan kepala dingin. Pada saat demikian, obat yang paling mujarab adalah “DOA”, Tuhan adalah “konselor” terbaik, dan paling bijaksana. Dia tidak akan pernah membocorkan rahasia-rumah tangga kita kepada orang lain. Kita melihat banyak contoh yang dilakukan Raja Daud, dia sering melepaskan kehancuran hatinya dihadapan Tuhan.
Kadang ada baiknya melakukan “sharing/ mengungkapkan keluh-kesah” kepada sahabat-sahabat kita; mereka bisa menjadi “the shoulder to cry on”, tetapi ada buruknya juga; Bahwa gossip rumah-tangga sering bocor dari mulut seorang teman. Dan kadang malah berdampak buruk.
MENGAPA BISA TERJADI PERSELINGKUHAN?
Bagaimanakah dosa itu lahir?.
* Yakobus 1:14-15 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Perselingkuhan terjadi sebagai sebab :
• kita membiarkan hati kita untuk dicobai. • Manusia kadangkala sangat menitik-beratkan pada tuntutan hati dan keinginan-keinginannya.
Seseorang yang mengalami perselingkuhan, dia sedang ada dalam “accident/kecelakaan” terhadap suatu komitmen. Kita tahu kadang-kadang kecelakaan terjadi akibat sikap teledor dan kesengajaan. Yakobus mengatakan “dia dicobai oleh keinginannya sendiri, terseret dan terpikat olehnya”. Getaran akibat perasaan “cinta” terhadap lawan jenis yang tidak semestinya, kadang memang sulit dibendung. Kadang pesonanya mengaburkan segala komitmen dan pengetahuan tentang kebenaran. Dan setiap orang tidak terkecuali orang baik-baik, rohaniawan, berpendidikan atau tidak, kaya, miskin, semuanya punyai potensi mengalami “accident” ini.
Menurut Psikolog Darmanto Jatman; “Apabila istrimu menceritakan figur rekan laki-lakinya dengan perasaan kagum lebih dari 3 kali sehari, tolonglah dia sebab dia sedang jatuh cinta……”.
Perselingkuhan timbul karena ada kecocokan; dalam berdialog itu yang utama, ketika mereka menemukan kecocokan ini, maka sangat berbahaya, bisa berlanjut ke jenjang yang lebih dalam dan akan susah mengakhirinya. Perselingkuhan yang didasari oleh pemenuhan kebutuhan emosi (jiwa) lebih susah diakhiri daripada perselingkuhan yang hanya didasari oleh hasrat seksual.
Namun perselingkuhan tidak selalu berkonotasi “kontak seksual”. Perselingkuhan bisa menimpa siapa saja. Ternyata, menangkal pernik- pernik perselingkuhan tidak semudah yang kita duga, karena godaan cukup besar. Tuhan Yesus memberikan peringatan sbb :
* Matius 5:27-28 5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya
Definisi perselingkuhan adalah “hubungan pribadi di luar nikah, yang melibatkan sekurangnya satu orang yang berstatus nikah”, dan didasari oleh tiga unsur:
1) saling ketertarikan 2) saling ketergantungan 3) saling memenuhi secara emosional dan seksual.
Kata berselingkuh, dalam kamus bahasa Indonesia berarti curang, atau tidak jujur, atau tidak berterang-terangan, atau corrupt, sering kali kita tidak menyadari bahwa berselingkuh adalah satu perkara yang tidak berkenan kepada Allah.
Ketika kita menghadapi kenyataan bahwa pasangan kita berselingkuh, jangan cepat-cepat menghakiminya dengan rentetan cacian, hujatan dan kemarahan yang bertubi-tubi. Pahami dia sedang mengalami “accident” yang harus segera “ditolong” untuk lepas dari jeratannya. Pahamilah mengapa dia berselingkuh, adakah kekurangan kita, adakah kesalahan-kesalahan yang tidak sengaja kita lakukan terhadapnya, atau mungkin kita mengabaikan kebutuhannya sekian lama. Hati yang lapang dan sikap pengampunan sangat diperlukan untuk pengobatannya. Sadari bahwa anda-lah tokoh utama penyelamat pernikahanmu, bukan pihak ketiga (pendeta, saudara, orang-tua, teman-teman, dll.) dan pasangan anda adalah harta milikmu.
Pahami; adakah hal-hal yang tidak bisa dia bagikan (sharing)-kan denganmu? Apakah dia nyaman ketika menceritakan tentang urusan pekerjaannya denganmu? Apakah anda menjadi pendengar yang baik setiap kali dia berkeluh-kesah? Apakah anda bisa menjadi penolong yang diandalkan dalam menghadapi kesulitan yang dihadapi. Ketika tidak-ada kecocokan dalam dialog suami-isteri maka disinilah awal timbulnya keretakan.
Seringkali seorang suami memendam sendiri urusannya dan tidak mau menceritakannya kepada isterinya karena yakin jika isterinya tahu, dia akan marah besar. Kadang hal ini bisa menumpuk dan membuatnya penat. Dan bahayanya jika suami bertemu dengan seorang wanita yang bisa menjadi pendengar yang baik, maka disitulah awal perselingkuhan itu. Fungsi isteri adalah menjadi “penolong yang setia” maka ini harus selalu diingat, agar istri benar-benar menjadi pribadi yang patut dipuja oleh sang suami. Demikian juga sebaliknya seorang suami bisa mengabaikan fungsinya, sehingga istri mungkin lebih suka curhat ke rekan-rekan lainnya. Lebih nyaman berbagi airmata kepada orang lain dari-pada suaminya sendiri. Ini akan menimbulkan dampak yang tidak baik.
Kasihilah pasanganmu dengan jiwamu, ungkapkan itu terus-menerus kepadanya. Supaya dia senantiasa ingat bahwa dia memiliki harta yang hebat di rumah. Ucapkan kata “aku mengasihimu/ I love you” setiap hari. Peluk dia dengan kasih, bicaralah dengan bahasa yang sopan dan lembut, hargai setiap pendapatnya, hormati dia, maka dia tidak akan pernah meninggalkan anda. Saya sangat menyukai ungkapan dari penulis Lenny Cohen “I love you everyday, and twice on Sunday” kedengarannya lucu, tetapi indah didengar, bukan?!
Seks adalah sarana kasih dalam pernikahan, walaupun bisa dikatakan sebagai “kebutuhan-wajib” tetapi terlebih penting adalah “relationship” suami-isteri. Bina-lah kecocokan antara anda dan pasanganmu. Kasih itu tidak hanya dimulut saja. Sebagai contoh; seorang suami mengasihi istripun dikatakan seperti mengasihi diri sendiri, tidak mungkin kita akan menghancurkan diri sendiri, atau menghancurkan tubuh sendiri. Dengan kata lain; jika kita merusak penikahan artinya kita merusak tubuh sendiri (suami-isteri adalah satu tubuh). Kristus adalah kepala daripada jemaat, suami adalah kepala dari pada rumah tangga, bagaimana menyatakan kasihnya, saling menyatakan timbal balik dalam perbuatan yang nyata, sekali lagi karena ini adalah kehendak Allah:
* Efesus 5:28-32 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.
Tubuh kita adalah bait Allah, mari kita pelihara bait suci Allah ini. Kekacauan akibat perselingkuhan akan mempengaruhi kehidupan keluarga kita. Seorang anak tidak bisa menghormati orang-tuanya jika mereka tahu orang-tuanya melakukan perselingkuhan. Sebagai akibat apa yang perbuat orang tuanya, kekacauan ini akan berpengaruh terhadap kesehatan emosional anak-anak kita. Kita lihat contoh di Alkitab bagaimana Absalom tidak pernah bisa hormat kepada Daud ayahnya, karena dia tahu ayahnya berselingkuh dengan Betsyeba. Absalom menjadi sosok yang memberontak bapaknya sendiri sampai akhir hayatnya. Inilah kedasyatan Alkitab, yang selalu jujur menulis kehidupan para nabi. Ini dimaksudkan sebagai pembelajaran dan contoh yang harus dihindari bagi umat Tuhan selanjutnya.
5. MENJAGA PERNIKAHAN TETAP HARMONIS
Seorang ibu tidak akan pupus perasaan cintanya kepada anak-anaknya, tetapi dia bisa kehilangan rasa cintanya kepada suaminya. Kenyataan ini lazim ditemui. Padahal kita akan tinggal serumah selama-lamanya dengan suami/ isteri kita sampai kematian menjemput. Saat anak-anak kita beranjak dewasa dan menikah kitapun tetap tinggal bersama dengan suami/istri kita. Maka disinilah pentingnya pembinaan hubungan suami-istri untuk tetap harmonis, karena “you're going to live with him/her forever”. Jadikanlah suami/isteri kita itu “soul mate” atau “pasangan jiwa” yang tidak terpisah. Berikut langkah-langkah menjadikan pernikahan tetap harmonis :
a. WAKTU BERDUA
Salah satu persoalan terbesar dalam perkawinan saat ini adalah kurangnya waktu dalam kebersamaan. Namun, pasangan yang berbahagia tersebut selalu mengatur jadwal mereka untuk dapat meluang waktunya bersama, setidaknya seminggu sekali. Walaupun sudah menikah lama, kita tetap memerlukan waktu untuk berdua, seperti masa-masa suasana jatuh-cinta pada masa muda dulu. Sayang sekali ini susah dilakukan diakibatkan kesibukan urusan rumah-tangga yang rutin, urusan anak dan sebagainya. Kadang-kadang perlu sesekali dilakukan dengan makan malam berdua, berjalan-jalan berdua untuk tetap menjaga bahwa hubungan ke-2 orang yang sudah menjadi suami isteri itu tetap akrab. Sebab pernikahan yang sudah lama akan lambat-laun mematikan “rasa cinta” mula-mula seperti saat berpacaran dulu, sehingga sering sekali kita mendengar keluhan “pernikahan saya hambar”.
b. SALING PERCAYA DAN MENGHARGAI
Ketika suami-isteri saling percaya dan menghargai, artinya mereka telah mencapai “titik” damai didalam keluarga. Percaya, artinya kita mempunyai harapan, percaya bahwa suami mampu melakukan pekerjaan besar, percaya dia akan tetap setia dsb. Demikian juga sikap suami terhadap istri, menaruh kepercayaan bahwa dia mampu malakukan tugas-tugas rumah tangga, mendidik anak, melakukan pekerjaan, tetap setia dsb. Sikap percaya ini akan mendatangkan kedamaian. Ketika kita menghargai seseorang itu juga akan tercermin dengan tutur kata kita. Kita akan berbicara dengan lembut dan sopan. Hendaknya kita juga selalu bertutur kata sopan dan lembut kepada pasangan kita sebagai wujud penghargaan dan kasih. Suami dan istri adalah makhluk yang berharga di mata Allah.
c. MUDAH MEMAAFKAN
Kita harus menjaga hati kita masing-masing, agar setiap konflik yang kita hadapi tidak berlanjut kepada hal-hal yang lebih buruk
* Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Saat kita “memaafkan” kesalahan seseorang, saat itu juga kita berdamai dengan seorang yang membuat kita jengkel, marah dan kecewa. Janganlah kita menyimpan kekesalan dan kemarahan terhadap pasangan kita sampai berhari-hari, bicarakan dan capailah titik temu kesepakatan jika mengalami konflik dan memaafkan kesalahan yang dibuat pasangan kita. Jangan membenci Hartamu”; saat kita membuang harta itu, kita akan menjadi miskin!
|