Menu Utama
Home
Sejarah GKI Samanhudi
Visi & Misi GKI Samanhudi
Kegiatan
 Bidang Pembangunan Jemaat
Bidang Persekutuan
Bidang Kesaksian Pelayanan
Bidang Sarana Penunjang
Komisi Anak
Komisi Remaja
Komisi Pemuda
Komisi Dewasa UP Wanita
Komisi Lansia
Komisi Musik
Komisi Pelawat
Komisi Peranan
Komisi Pramuka
Personalia
 Informasi Pendeta
Komisi Anak
Komisi Pemuda
Komisi Remaja
Komisi Dewasa UP Wanita
Komisi Lansia
Komisi Pelawat
Komisi Musik
Pramuka
Peranan
Keluarga
 Perkawinan
Orang Tua
Pojok Kreatif Anak
Komunitas
 Forum Diskusi
Chatting
Permohonan Doa
GKI FriendSter
Serba Serbi GKI
 Kelas Katekisasi
 Pengakuan Iman Rasuli
Pelayanan Pastoral
Jadwal Kebaktian
Jadwal Sekolah Minggu
Kalendar Acara
Susunan Majelis Jemaat 2009 - 2010
Koleksi Lagu Rohani
Photo Gallery
Peserta Tabitha
Jalan ke Gereja
Buku Tamu
Links
Pengurus Web Site
Search
Anggota Site GKI Login

Calendar GKI
 
Calendar
 
September   2010
Sun
Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
 
 
 
Donatur
 
 

Visi & Misi GKI Samanhudi

Pengantar

Visi adalah suatu mimpi atau cita-cita yang ideal. Namun itu tidak berarti visi berangkat dari dunia khayal, melainkan dari dunia konkret manusia. Oleh karena itu, visi selalu berkaitan dengan konteks manusia masa kini. Dari pandangan empatik terhadap konteks masa kini, visi lahir dan berusaha memicu dan memacu kita untuk berlari menuju kehidupan masa depan yang jauh lebih baik. Dalam bahasa penglihatan Yohanes, kita berlari menuju "langit yang baru dan bumi yang baru" dimana Allah "akan diam bersama-sama" dengan umat-Nya, "dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka , dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Wahyu 21:1-4).

Untuk mewujudkan visi, kita perlu melakukan pelbagai usaha atau aksi. Inilah yang kemudian kita sebut sebagai misi. Dengan demikian, misi kita bersifat kontekstual dan ideal; sekaligus memperhitungkan kenyataan yang ada (das sein) dan kenyataan yang seharusnya (das sollen).


Visi GKI Samanhudi

Visi GKI Samanhudi adalah : JEMAAT MISIONER

Pengertian :

  1. Jemaat Misioner adalah jemaat yang memandang dan melaksanakan misi Allah - yaitu menyatakan kabar baik (injil) Kerajaan Allah di dalam dunia - sebagai inti keberadaan, seluruh kegiatan dan kehidupan jemaat;
  2. Jemaat Misioner adalah jemaat yang merendahkan diri dan setia menjadi hamba Allah dalam rangka misi Kerajaan Allah, menghadirkan dan memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan (justice, peace and intergrity of creation);
  3. Jemaat Misioner adalah jemaat yang tidak menjadikan dirinya sebagai pusat dan tujuan misi, melainkan menjadikan Kerajaan Allah sebagai arah dan tujuan seluruh gerak dan kehidupannya;
  4. Jemaat Misioner adalah jemaat yang terbuka dan mau melakukan dialog serta bekerja sama dengan yang dipakai Allah untuk mewujudkan Kerajaan-Nya di dunia ini;
  5. Jemaat Misioner adalah jemaat yang menyatakan suara kenabian penuh harapan bagi masyarakat yang putus asa menghadapi keserakahan, bencana, kebencian, penyakit dan kematian;
  6. Jemaat Misioner adalah jemaat yang penampakan misionernya pertama-tama dilaksanakan oleh para anggotanya karena struktur dan peranan para pemimpinnya adalah melayani, mendorong dan menggerakan para anggota untuk terlibat dalam misi Kerajaan Allah;
  7. Jemaat Misioner adalah jemaat yang para anggotanya mau dan mampu melanjutkan apa yang terjadi dan dialami di dalam Gereja (persekutuan, kesaksian dan pelayanan, dan pembangunan jemaat) ke dalam praktek hidup sehari-hari.

 

Misi GKI Samanhudi

Untuk mewujudkan Jemaat Misioner, GKI Samanhudi merumuskan misi sebagai berikut :
MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP SEBAGAI IBADAH DENGAN KUANTITAS PERSEMBAHAN DIRI, PERSEMBAHAN WAKTU, PERSEMBAHAN TENAGA DAN PERSEMBAHAN UANG.

Pengertian :

  1. "Meningkatkan kualitas hidup sebagai ibadah" merupakan respons umat terhadap anugerah keselamatan (Shalom) Allah di dalam Yesus Kristus. Ini sesuai dengan nasihat Rasul Paulus dalam Roma 12:1 "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati"
  2. Peningkatan kulitas hidup sebagai ibadah dapat diukur melalui kuantitas persembahan diri, persembahan waktu dan tenaga, serta persembahan uang. Semakin meningkat kualitas hidup sebagai ibadah, semakin tinggi pula kuantitas semua persembahan.
    • Kuantitas persembahan diri diukur melalui seberapa banyak orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan memberi diri untuk dibaptis (masuk menjadi anggota gereja).
    • Kuantitas persembahan waktu dan tenaga diukur melalui seberapa banyak anggota jemaat yang mau terlibat di dalam kehidupan persekutuan, kesaksian dan pelayanan gereja.
    • Kuantitas persembahan uang diukur melalui seberapa banyak uang yang dipersembahkan umat sebagi ungkapan syukur kepada Allah.
  3. Peningkatan kulitas hidup sebagai ibadah terikat oleh ruang dan waktu. Oleh karena itu ada target pencapaian kuantitas semua persembahan dalam kurun waktu tertentu, sehingga peningkatan kualitas hidup sebagai ibadah dapat diamati, dievaluasi dan diperbaiki.