•  

    Worship - Sundays 9:30am

    Join us for a high energy worship experience!

     
  •  

    Worship Location

    Join us for a high energy worship experience!

     

WATCH LIVE AT 9:30 am EVERY SUNDAY

Beda: Percobaan (dari Setan) dan Ujian (dari Tuhan)

percobaan

Secara umum suatu peristiwa yang dialami seorang manusia sehingga mendapat masalah atau kesukaran hingga musibah dapat dibagi dua, yaitu sedang mengalami ujian dan sedang mengalami pencobaan.

Dalam hal in secara umum disampaikan pada kitab Yakobus ditulis kepada 12 suku bangsa Israel yang terkait dengan hal tindakan dan perbuatan. Bagian dari bab ini menyiratkan membahas hal beda percobaan dan ujian. Dalam ayat ini dikatakan bahwa Pencobaan dan Ujian secara umum membuat kita tahan uji.

Yakobus 1: 3-4. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 4. sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Dalam hal ini secara umum percobaan dan ujian dapat dibedakan berdasarkan:
1. beda secara sumber
2. beda secara sifat
3. beda secara tujuan

Percobaan dan ujian itu terjadi dalam kehidupan kekeristenan kita, seorang kristen bisa saja sedang mengalami percobaan dan bisa saja sedang mengalami ujian, dari manakah sumbernya dan apakah ciri-ciri/sifatnya dan apakah tujuannya?

* Pada dasarnya secara umum Percobaan bersumber dari keinginan setan/iblis yang mengoda jiwa kita. Keinginan ini bersifatnya jahat dan membahayakan manusia dalam arti jatuh kedalam perbuatan dosa. Pada umumnya tujuannya mencobai manusia dan menjatuhkan manusia kedalam dosa hingga mendapat maut.

Orang yang tidak dapat mengendalikan jiwanya, keinginannya ketika ia dicobai maka akan mudah jatuh kedalam dosa. Dikatakan seorang sedang mendapat percobaan dan jika tidak kuat bisa saja mendatangkan dosa dan maut akibat dosa. Yakobus 1:13-15.

13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15.Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Ayat 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat!

Kesesatan pada ayat 16 menunjukkan bahwa sumber kesesatan adalah iblis/setan yang mempengaruhi keinginan kita.

*Ujian pada dasarnya bersumber dari Tuhan, ujian ini kadang kala tidak kita sadari dan begitu sederhana.

Contohnya saja ketika kesetiaan kita diuji untuk memberikan bantuan dan pertolongan kepada yang sedang memerlukannya.

Yesus mengatakan ketika Aku lapar engkau memberi aku makan, apakah kita setia dalam melayani Tuhan melalui pertolongan kita kepada orang yang memerlukannya? dan banyak lagi contoh lain didalam pergumulan kita, bahwa Tuhan membiarkan itu terjadi karena semua itu bersifat baik/membangun dan tentu saja bertujuan menyempurnakan pemahaman dalam kehidupan rohani dan iman.

Apapun bentuk ujian yang kita alami itu akan meningkatkan pengenalan kita akan Tuhan dan rencana Tuhan didalam hidup kita.

Kehidupan kita dapat diuji dari kegiatan kita dalam persekutuan/gereja dan juga dalam tugas pelayanan lainnya. selain itu juga pengaruh lingkungan yang kurang baik.

Petrus 4 terkait dengan kehidupan gereja/manusia-manusia didalam gereja dan lingkungan.

1 Petrus 4: 9. Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. 10.Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 12.Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Mengapa kita mengalami percobaan dan mengapa kita dibiarkan dicobai?

Percobaan itu bisa datang kapan saja, Tuhan tidak akan membiarkan kita dicobai kecuali dengan tujuan khusus. Tapi banyak pencobaan terjadi yang pada umumnya kita mengalami karena kita sedang diluar Tuhan.

Karena kita sedang bermain-main diluar kehidupan kekeristenan kita. Kita dicobai oleh keinginan kita sendiri, jiwa kita yang bebas sedang bersekutu dengan kekuatan lain diluar Tuhan dan mempengaruhi kita. Jika kita melakukan keinginan itu kita jatuh kedalam dosa bahkan maut.

Lebih lanjut secara khusus, bahwa hidup di dalam pencobaan pernah di Alami Abraham (Kej: 22; Ibrani 11:17 sangat khusus dicobai oleh Tuhan sendiri yang terkait dengan dasar Iman orang percaya) dan beda dengan Ayub (kitab Ayub dicobai iblis atas seizin Tuhan), Yesus (Mat 4:), dalam hal iniTuhan memilki tujuannya sendiri (God Will) akan adanya pencobaan yang riil dari kekuatan iblis.

Namun jika kita sedang mengalami percobaan karena tujuan khusus Tuhan terhadap seperti terhadap mereka ini maka akan mendapat keuntungan/mahkota kehidupan:

Jakobus. 1 : 12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Ayat ini relepan bagi Abraham, Ayub dan Yesus, karena ditujukan pada 12 suku Israel.

Namun jika kita mengalami pencobaan atau sedang dicobai atau sedang jatuh dalam pencobaan oleh keinginan kita sendiri maka langkah yang pertama adalah bertobat dan kembali kepada Tuhan dan kembali hidup dalam persekutuan (gereja).

Sumber: www.kompasiana.com/bhtrg

  • Share

Recent GKI Posts