Menu Utama
Home
Sejarah GKI Samanhudi
Visi & Misi GKI Samanhudi
Warta Jemaat PDF
Kegiatan
 Bidang Pembangunan Jemaat
Bidang Persekutuan
Bidang Kesaksian Pelayanan
Bidang Sarana Penunjang
Komisi Anak
Komisi Remaja
Komisi Pemuda
Komisi Dewasa UP Wanita
Komisi Lansia
Komisi Musik
Komisi Pelawat
Komisi Peranan
Komisi Pramuka
Personalia
 Informasi Pendeta
Komisi Anak
Komisi Pemuda
Komisi Remaja
Komisi Dewasa UP Wanita
Komisi Lansia
Komisi Pelawat
Komisi Musik
Pramuka
Peranan
Keluarga
 Perkawinan
Orang Tua
Pojok Kreatif Anak
Komunitas
 Forum Diskusi
Chatting
Permohonan Doa
GKI FriendSter
Serba Serbi GKI
 Kelas Katekisasi
 Pengakuan Iman Rasuli
Pelayanan Pastoral
Jadwal Kebaktian
Jadwal Sekolah Minggu
Kalendar Acara
Susunan Majelis Jemaat 2010 - 2011
Koleksi Lagu Rohani
Photo Gallery
Peserta Tabitha
Jalan ke Gereja
Buku Tamu
Links
Pengurus Web Site
Search
Anggota Site GKI Login

Calendar GKI
 
Calendar
 
February   2012
Sun
Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
 
 
 
Donatur
 
 

SEKILAS SEJARAH PEKABARAN INJIL
GKI DI JAKARTA

1.1 MASA PENABURAN DAN PENYEMAIAN (1850 - 1868)

Sejarah Pekabaran Injil GKI di Jakarta berpangkal dari pelayanan Pekabaran Injil di Pulau Jawa pada umumnya. Oleh karena itu untuk menelusuri sejarahnya haruslah memperhatikan latar belakang sejarah Pekabaran Injil yang menjadi cikal bakalnya.

Pekabaran Injil di Pulau Jawa bermula pada tahun 1850. Dilakukan oleh "Het Genootschap voor in en uitwendige Zending" atau "Persekutuan Pekabaran Injil di dalam dan di luar gereja". Persekutuan tersebut didirikan di Jakarta atas prakarsa Mr. F.L. Anthing, yang waktu itu menjabat Ketua Pengadilan Tinggi di Semarang.

Dalam kenyataannya masyarakat di Pulau Jawa mempunyai sifat agak tertutup, sehingga Pekabar-pekabar Injil bangsa Eropa ini mengalami banyak kesulitan.

Seorang Pekabar Injil dari Tiongkok telah diundang oleh Mr. Anthing untuk melayani Pekabaran Injil yang khusus ditujukan kepada masyarakat Tionghoa. Pekabar Injil itu bernama Gan Kwee dari Amoy (Xiamen). Ia tiba di Batavia (sekarang Jakarta) tahun 1856. Statusnya sebagai seorang Pekabar Injil dari Tiongkok, yang datang di Indonesia atas nama "Het Genootschap voor in en uitwendige Zending".

Pada awal pelayanannya, ia memilih sebuah rumah petak kecil di Jalan Pagerman (sekarang dekat Jln. Kopi) sebagai pos pelayanan. Tempat inilah yang menjadi Pos Pekabaran Injil yang pertama di Jakarta


1.2 MASA PEMBENTUKAN DAN PERTUMBUHAN (1868 - 1942)

Penginjil Gan Kwee juga mengalami banyak kesulitan dan suka-duka dalam pelayanannya. Hal ini disebabkan karena orang-orang Tionghoa masa itu pun masih kuat menganut agama mereka. Namun sebagai seorang Pekabar Injil dari Tiongkok, yang pandai menggunakan bahasa Tionghoa dan mengenal dengan baik adat-istiadat serta latar belakang agama yang dianut masyarakat Tionghoa, dapatlah ia diterima oleh mereka.

Hasil pelayanannya terwujud pada tahun 1868. Tujuh belas orang dewasa dibaptiskan oleh Ds de Gaay Fortman. Inilah pembaptisan pertama. Ketujuh belas orang itulah yang kemudian menjadi anggota inti Jemaat di Jalan Patekoan No. 1 Jakarta (sekarang : Jln. Perniagaan).

Jemaat Patekoan yang terbentuk tahun 1868 ini pun tidak mudah berkembang seperti halnya dengan Pekabaran Injil di jemaat-jemaat tertentu pada masa kini. Hal ini disebabkan tidak hanya oleh kurangnya tenaga penginjil, yang mampu berdialog menggunakan bahasa yang mereka mengerti, tetapi juga disebabkan oleh masih banyaknya persoalan adat dan agama yang belum terpecahkan.

Mr. Anthing dipindahkan ke Jakarta. Ia menyadari betapa beratnya tugas-tugas Pekabaran Injil. Ia telah mempergunakan harta dan waktu luangnya untuk mendidik Penginjil sebanyak kurang lebih lima puluh orang. Kemudian ia mengutus mereka ke berbagai tempat di Jawa Barat. Sesudah pensiun yaitu tahun 1867, ia mencurahkan segenap tenaganya untuk pelayanan. Sebagai hasil usaha Pekabaran Injil mereka, tumbuhlah sembilan pos Pekabaran Injil di Jakarta. Salah satu di antaranya yang kemudian menjadi Jemaat di Jalan Patekoan No. 1, Jakarta (kini Jalan Perniagaan).

Jemaat Patekoan waktu ini masih dalam tahap membangun. Posnya berpindah-pindah, sampai suatu saat posnya menetap untuk sementara di rumah keluarga Gouw Ko di Jalan Angke Jakarta. Gouw Ko (ayah Pendeta Gouw Khiam Kiet) adalah seorang Kristen dan pengusaha muda yang datang di Batavia (Jakarta) tahun 1874, dalam usia duapuluh lima tahun. Harta, tenaga dan waktu yang dimilikinya, dicurahkannya untuk melayani Jemaat Patekoan.

Penginjil Gan Kwee sering meninggalkan Jakarta dalam rangka menjelajahi daerah-daerah dan kota-kota di seluruh Pulau Jawa. Oleh karena itu maka pada tahun 1884, Ds. P.B. Haag, seorang Pendeta dari " Het Java Committee " ditugaskan untuk melayani Jemaat Patekoan yang saat itu baru tumbuh.

Tempat ibadah belum menetap karena sementara masih merupakan Pos Pekabaran Injil di Jalan Angke. Tergeraklah hati keluarga Gouw Ko yang pada tahun 1884 menghibahkan empat rumahnya di Jalan Patekoan No. 1 (sekarang : Jln. Perniagaan) Jakarta kepada jemaatnya. Di tempat itulah kemudian dibangun gedung gereja, yang pada tahun 1899 diakui sebagai Gereja dengan nama : "Evangelische Chineesche Gemeente tot Uitbreiding van Gods Koninkrijk".

Dalam kurun waktu 1891 - 1902 Jemaat Patekoan dilayani oleh Ds. G.A.W Geissler dari : "Het Java Committee". Ia dibantu oleh Ny. Senn van Basel dan Nn. A. Baltin yang melayani Kaum Wanita.

Penginjil Gan Kwee tiba kembali di Jakarta pada tahun 1899. Ia tinggal di rumah keluarga Gouw Ko sampai ia meninggal, tanggal 22 Juni 1901 di Jakarta. Di kebun anggur Tuhan Penginjil Gan Kwee telah melayani selama kurang lebih empat puluh tahun.

Next >>