SEKILAS
SEJARAH PEKABARAN INJIL
GKI DI JAKARTA
1.1 MASA
PENABURAN DAN PENYEMAIAN (1850 - 1868)
Sejarah Pekabaran Injil GKI di Jakarta berpangkal dari pelayanan
Pekabaran Injil di Pulau Jawa pada umumnya. Oleh karena itu untuk menelusuri
sejarahnya haruslah memperhatikan latar belakang sejarah Pekabaran Injil yang
menjadi cikal bakalnya.
Pekabaran Injil di Pulau Jawa bermula pada tahun 1850. Dilakukan
oleh "Het Genootschap voor in en uitwendige Zending" atau "Persekutuan
Pekabaran Injil di dalam dan di luar gereja". Persekutuan tersebut didirikan
di Jakarta atas prakarsa Mr. F.L. Anthing, yang waktu itu menjabat Ketua Pengadilan
Tinggi di Semarang.
Dalam kenyataannya masyarakat di Pulau Jawa mempunyai sifat
agak tertutup, sehingga Pekabar-pekabar Injil bangsa Eropa ini mengalami banyak
kesulitan.
Seorang Pekabar Injil dari Tiongkok telah diundang oleh Mr.
Anthing untuk melayani Pekabaran Injil yang khusus ditujukan kepada masyarakat
Tionghoa. Pekabar Injil itu bernama Gan Kwee dari Amoy (Xiamen). Ia tiba di
Batavia (sekarang Jakarta) tahun 1856. Statusnya sebagai seorang Pekabar Injil
dari Tiongkok, yang datang di Indonesia atas nama "Het Genootschap voor
in en uitwendige Zending".
Pada awal pelayanannya, ia memilih sebuah rumah petak kecil
di Jalan Pagerman (sekarang dekat Jln. Kopi) sebagai pos pelayanan. Tempat inilah
yang menjadi Pos Pekabaran Injil yang pertama di Jakarta
1.2 MASA PEMBENTUKAN DAN
PERTUMBUHAN (1868 - 1942)
Penginjil Gan Kwee juga mengalami banyak kesulitan dan suka-duka
dalam pelayanannya. Hal ini disebabkan karena orang-orang Tionghoa masa itu
pun masih kuat menganut agama mereka. Namun sebagai seorang Pekabar Injil dari
Tiongkok, yang pandai menggunakan bahasa Tionghoa dan mengenal dengan baik adat-istiadat
serta latar belakang agama yang dianut masyarakat Tionghoa, dapatlah ia diterima
oleh mereka.
Hasil pelayanannya terwujud pada tahun 1868. Tujuh belas orang
dewasa dibaptiskan oleh Ds de Gaay Fortman. Inilah pembaptisan pertama. Ketujuh
belas orang itulah yang kemudian menjadi anggota inti Jemaat di Jalan Patekoan
No. 1 Jakarta (sekarang : Jln. Perniagaan).
Jemaat Patekoan yang terbentuk tahun 1868 ini pun tidak mudah
berkembang seperti halnya dengan Pekabaran Injil di jemaat-jemaat tertentu pada
masa kini. Hal ini disebabkan tidak hanya oleh kurangnya tenaga penginjil, yang
mampu berdialog menggunakan bahasa yang mereka mengerti, tetapi juga disebabkan
oleh masih banyaknya persoalan adat dan agama yang belum terpecahkan.
Mr. Anthing dipindahkan ke Jakarta. Ia menyadari betapa beratnya
tugas-tugas Pekabaran Injil. Ia telah mempergunakan harta dan waktu luangnya
untuk mendidik Penginjil sebanyak kurang lebih lima puluh orang. Kemudian ia
mengutus mereka ke berbagai tempat di Jawa Barat. Sesudah pensiun yaitu tahun
1867, ia mencurahkan segenap tenaganya untuk pelayanan. Sebagai hasil usaha
Pekabaran Injil mereka, tumbuhlah sembilan pos Pekabaran Injil di Jakarta. Salah
satu di antaranya yang kemudian menjadi Jemaat di Jalan Patekoan No. 1, Jakarta
(kini Jalan Perniagaan).
Jemaat Patekoan waktu ini masih dalam tahap membangun. Posnya
berpindah-pindah, sampai suatu saat posnya menetap untuk sementara di rumah
keluarga Gouw Ko di Jalan Angke Jakarta. Gouw Ko (ayah Pendeta Gouw Khiam Kiet)
adalah seorang Kristen dan pengusaha muda yang datang di Batavia (Jakarta) tahun
1874, dalam usia duapuluh lima tahun. Harta, tenaga dan waktu yang dimilikinya,
dicurahkannya untuk melayani Jemaat Patekoan.

Penginjil Gan Kwee sering meninggalkan Jakarta dalam rangka
menjelajahi daerah-daerah dan kota-kota di seluruh Pulau Jawa. Oleh karena itu
maka pada tahun 1884, Ds. P.B. Haag, seorang Pendeta dari " Het Java Committee
" ditugaskan untuk melayani Jemaat Patekoan yang saat itu baru tumbuh.
Tempat ibadah belum menetap karena sementara masih merupakan
Pos Pekabaran Injil di Jalan Angke. Tergeraklah hati keluarga Gouw Ko yang pada
tahun 1884 menghibahkan empat rumahnya di Jalan Patekoan No. 1 (sekarang : Jln.
Perniagaan) Jakarta kepada jemaatnya. Di tempat itulah kemudian dibangun gedung
gereja, yang pada tahun 1899 diakui sebagai Gereja dengan nama : "Evangelische
Chineesche Gemeente tot Uitbreiding van Gods Koninkrijk".
Dalam kurun waktu 1891 - 1902 Jemaat Patekoan dilayani oleh
Ds. G.A.W Geissler dari : "Het Java Committee". Ia dibantu oleh Ny.
Senn van Basel dan Nn. A. Baltin yang melayani Kaum Wanita.
Penginjil Gan Kwee tiba kembali di Jakarta pada tahun 1899.
Ia tinggal di rumah keluarga Gouw Ko sampai ia meninggal, tanggal 22 Juni 1901
di Jakarta. Di kebun anggur Tuhan Penginjil Gan Kwee telah melayani selama kurang
lebih empat puluh tahun.
|