Untitled Document
Bantuan Nederlandsche Zending Vereniging Bagi Pekabaran Injil
Tahun 1902 s.d. 1910, Ds. L. Tiemersma, seorang Pendeta utusan
Nederlandsche Zending Vereniging (NZV) menggantikan Ds. G.A.W Geissler. Selanjutnya
Jemaat Patekoan dari masa ke masa dilayani oleh Pendeta-Pendeta NZV dengan urutan
sebagai berikut :
- Tahun 1910 oleh Ds. O.E. van der Brug. Ia hanya dapat berkhotbah sekali
sebulan karena ia bertempat tinggal di Bogor. Agar penginjilan terlayani
lebih baik maka Jemaat Patekoan memanggil Penginjil A. Latumahina.
- Tahun 1915 oleh Penginjil M.H. Manulang dari Tarutung.
- Tahun 1915 s.d. 1927, oleh Ds. A. Vermeer, pendeta utusan dari NZV.
- Tahun 1920 s.d. 1921, Penginjil Tan Tjiok Lim juga membantu melayani Jemaat
yang berbahasa Hokian.
- Tahun 1927 s.d. 1928, seorang Pendeta bangsa Jerman utusan NZV bernama
Ds. F.W.H. Hoppe, melayani Jemaat Patekoan yang berbahasa Hokian.
- Tahun 1929 s.d. 1950, Ds. A.K. de Groot (utusan terakhir dari NZV melayani
Pekabaran Injil Masyarakat Tionghoa).
 |
Utusan terakhir dari NZV, Ds. A.K. de Groot (No. 4
dari kiri) didampingi istrinya duduk di antara Majelis Jemaat Patekoan. |
Atas pimpinan serta berkat Tuhan Allah pelayanan para pendeta/penginjil
tersebut membuahkan hasil yang nyata di berbagai tempat.
Mulai Ditarik Kembali Bantuan Nederlandsche Zending Vereniging
Bagi Jemaat di Jawa Barat (1938)
Sedikit demi sedikit NZV mulai melepaskan bimbingannya kepada
Jemaat-jemaat. Jemaat Patekoan mulai mandiri ketika Gouw Khiam Kiet oleh NZV
Oegst-geest di Nederland diteguhkan sebagai Tua-Tua Pengajar (Lerend Ouderling)
di Jemaat Patekoan. Peneguhan dilaksanakan oleh Ds H.D. Woortman utusan NZV/Ketua
West Java Zending, pada tanggal 29 Mei 1938.
Tenaga-tenaga muda, yaitu Tan How Siang dan Ma Tjoen Kiat turut
membantu melayani Jemaat Patekoan. Namun Jemaat Patekoan kehilangan Gouw Ko
yang kembali ke rumah Bapa pada tanggal 22 Februari 1938.
Pada tahun 1939 Dr John Sung mengadakan Kebaktian Kebangunan
Rohani selama tiga hari berturut-turut di Jemaat SION (Gereja Portugis), di
Jalan Jakarta (sekarang Jalan Pangeran Jayakarta). Banyak sekali orang yang
bertobat dan menerima Tuhan sebagai Juruselamatnya. Bagi Jemaat Patekoan, peristiwa
ini adalah peristiwa yang tidak terlupakan. Jemaat Patekoan, yang pada tahun-tahun
sebelumnya melayani Baptisan Kudus paling banyak hanya sepuluh orang, pada tahun
1940 membaptiskan seratus lima puluh orang. Sungguh luar biasa ! Terpujilah
Nama Tuhan ! Pada tahun 1939 pula Jemaat Patekoan telah dapat membuka pos-pos
Pekabaran Injil, yaitu di Cilegon, Tangerang, Bogor, dan Karawang. Dalam hal
ini nyata berkat Tuhan dan pimpinan-Nya dalam pelayanan Jemaat.
Tanpa Bantuan Nederlandsche Zending Vereniging
(NZV)
Dengan terbentuknya Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee - Khoe Hwee
Jawa Barat, maka Nederlandsche Zending Vereniging (NZV) telah menyerahkan semua
gedung beserta pelayanannya untuk Pekabaran Injil di seluruh Jawa Barat kepada
THKTKH-Khoe Hwee Jawa Barat.
Pada tanggal 24 Maret 1940, Gouw Khiam Kiet (Nama baru : David
Timothy Gunawan) ditahbiskan ke dalam jabatan Pendeta Jemaat Patekoan oleh Ds
Tan Goan Tjong.
(Catatan : 24 Maret 1940 pernyataan THKTKH-Khoe Hwee Jawa Barat
sebagai Gereja).
Sebab segala sesuatu
adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan
sampai selama-lamanya!
(Roma 11 : 36)
|