•  

    Worship - Sundays 9:30am

    Join us for a high energy worship experience!

     
  •  

    Worship Location

    Join us for a high energy worship experience!

     

WATCH LIVE AT 9:30 am EVERY SUNDAY

Inilah Anak yang Kukasihi

pembaptisan Jesus
When:
January 5, 2013 all-day
2013-01-05T00:00:00+07:00
2013-01-06T00:00:00+07:00

Sabtu, 5 Januari 2013

Matius 3:13-17

Baptisan Yohanes merupakan tanda pertobatan (Yoh 3:11). Namun Yesus datang menemui Yohanes untuk dibaptis (13). Ini menimbulkan pertanyaan, “Apakah Yesus berdosa sehingga Dia minta dibaptis? Atau jika Yesus tidak berdosa, mengapa Dia memberi diri dibaptis oleh Yohanes?”

Yesus memberi diri dibaptis sebagai tanda bahwa Dia tunduk pada kehendak Allah. Jadi kedatangan Yesus kepada Yohanes bukan sebagai orang berdosa yang perlu bertobat.

Yesus tidak berdosa sehingga tidak ada satu dosa pun yang darinya Yesus harus bertobat. Mulanya, Yohanes juga merasa tidak layak untuk membaptis Yesus, karena seharusnya Yesuslah yang membaptis dirinya. Namun bagi Yesus, baik diri-Nya maupun Yohanes harus melakukan apa yang menjadi kehendak Allah (14-15).

Apa kehendak Allah bagi Yesus di dunia ini? Untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Mat 18:11; Luk 19:10).

Dengan memberi diri dibaptis, Yesus menempatkan diri-Nya dalam posisi orang berdosa. Di sisi lain, tampilnya Yesus pertama kali di depan publik pada saat itu menandai awal dari masa pelayanan-Nya.

Pembaptisan Yesus oleh Yohanes kemudian mengundang penyataan Allah Bapa dari langit yang terbuka. Terlihat bahwa Allah Bapa ingin menyatakan secara terbuka kepada semua orang bahwa pembaptisan Yesus tidaklah sama dengan pembaptisan manusia lain.

Pembaptisan Yesus bukan merupakan sebuah tanda pertobatan, melainkan sebuah tindakan identifikasi diri dengan para pendosa, yang didorong oleh kasih dan keinginan untuk menyenangkan hati Bapa.

Maka ketika Allah Bapa berbicara dari surga, setiap orang akan tahu bahwa Yesus berbeda dengan manusia lain, karena Dia adalah Anak yang diperkenan Bapa!

Pemahaman itu kita miliki juga oleh karena kasih karunia Allah pada kita. Namun apakah pemahaman itu mendorong kita untuk bersikap seperti sikap Yohanes terhadap Kristus?

Sudahkah kita menyadari benar ke-Allah-an Kristus sehingga membiarkan Dia menguasai hidup kita sepenuhnya? Periksalah sisi hidup yang masih belum Dia kuasai.

  • Share

Recent GKI Posts